Biologi Pomacea canaliculata

Keong murbei sering juga dikenal sebagai keong mas, hal ini disebabkan karena warna cangkangnya yang keemasan, serta bentuknya yang menyerupai keong mas. Keong mas banyak ditemukan di sawah-sawah dan kolam perairan tawar. Populasi keong mas hingga saat ini sulit dikendalikan, sifatnya yang merupakan herbivore sering dianggap hama bagi tanaman padi di sawah-sawah tempat hidupnya. Keong mas dengan pertumbuhan populasi yang relative cepat cukup mengganggu aspek pertanian dan perikanan di Indonesia. Keong mas juga mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan dan mampu berkompetisi dengan jenis keong maupun tanaman lokal.

Gambar 1. Keong murbei (Pomacea canaliculata)

Keong mas terkenal juga dengan nama golden apple snail atau channeled apple snail, karena cangkangnya berwarna kuning pada siput yang hidup diperairan yang bersih hingga warna coklat kehitaman yang sering ditemui pada siput liar. Keong mas berasal dari Negara Brazil, Bolivia, Argentina, Paraguay dan Uruguay hingga akhirnya masuk ke asia tenggara pada sekitar tahun 1980. karena perkembangannya yang sangat cepat keong ini menjadi hama dibidang pertanian. Keong murbei masuk ke Indonesia setidaknya dengan 2 varian yaitu yang berwarna hijau kecoklatan dengan 3 buah garis dicangkangnya serta berwarna kuning dengan cangkang yang lebih tipis dan transparan serta tidak memiliki garis melingkar sehingga terliat bagian dalamnya.

Menurut Lamarck (1819); Hyman (1967); dan Pennak (1978) dan klasifikasi keong murbei (Pomacea canaliculata) adalah sebagai berikut :

Phylum             : Mollusca

Kelas                  : Gastropoda

Sub kelas          : Prosobranchia

Ordo                   : Mesogastropoda

Superfamily     : Cyclophoracea/Architaenioglossa

Family                : Ampullaridae

Genus                  : Pomacea

Spesies                : Pomacea canaliculata

Morfologi dan Anatomi

Keong mas memiliki ciri umum seperti gastropoda pada umumnya yaitu memiliki tubuh yang terbagi menjadi tiga bagian besar yaitu kepala, kaki dan perut. Tubuh dapat dijulurkan keluar dari cangkang, tetapi apabila keong ini diganggu, keseluruhan badan hewan ini akan masuk ke dalam cangkangnya dan mulut dari cangkang tersebut akan tertutup rapat oleh operculum (Prashad, 1925)

Gambar2. Cangkang dan operculum Pomacea canaliculata

Ciri utama keong mas adalah memiliki cangkang bulat asimetris terpilin dan mengerucut dengan letak puncak pada bagian dorsal serta berwarna kekuning-kuningan. Pada saat masih hidup tinggi cangkang dapat mencapai 100 mm. cangkang dilengkapi dengan operculum (penutup) yang berwarna coklat kehitaman, berbentuk bulat telur dan coklat kekuningan serta mengkilat pada bagian dalamnya (Lamarck, 1822; Hyman, 1967; Pennak, 1978). Kaki lebar, berbentuk segitiga dan mengecil pada bagian belakang (Halimah dan Ismail, 1989).

Lamarck (1819) menyatakan bahwa cangkang keong spesies ini berbentuk bulat melingkar dan relative berat (terutama pada siput yang tua), dengan 5 – 6 gelungan yang terpisah dengan kedalaman, terdapat lekukan seperti jahitan (sebab itu disebut dengan ‘canaliculata’ atau ‘channeled’/saluran) (Gambar. 3). Bukaan cangkang (aperture) lebar dan berbentuk oval hingga bulat. Keong jantan memiliki apertur yang lebih bulat dibanding keong betina. Umbilicus besar dan dalam. Secara keseluruhan bentuk cangkang menyerupai Pomacea lineate, kecuali pada kedalaman lekukan dan lebih bulat pada canaliculata. Ukuran keong ini bervariasi dengan lebar 40 – 60 mm dan tinggi 45 – 75 mm tergantung kondisi lingkungan. Kemiripan bentuk cangkang pada jenis Pomacea dapat dibedakan untuk masing-masing spesies

Gambar 3. Bentuk morfologi dan bagian-bagian cangkang Pomacea canaliculata

Warna cangkang keong bervariasi yaitu kuning keemasan hingga coklat kehitaman (liar). Keong ini tumbuh secara optimal pada musim panas dan gugur sedangkan pada musim gugur dan hujan pertumbuhan stagnan.

Sifat siput murbai dapat hidup antara 2 sampai 6 tahun dengan keperidian (fertilitas) yang tinggi. Rumah siput (cangkang) berwarna coklat muda, dagingnya berwarna putih susu sampai merah keemasan atau oranye. Ukuran siput murbai sangat tergantung pada ketersediaan makanan. Stadia yang paling merusak ketika rumah siput berukuran 10 mm (kira kira sebesar biji jagung) sampai 40 mm ( kira kira sebesar bola pingpong). Tutup rumah siput (operculum) siput murbai betina) (a1) berwarna putih cekung dan yang jantan cembung (a2). Tepi mulut rumah siput betina dewasa melengkung kedalam (b1), sedangkan tepi rumah siput yang jantan melengkung keluar (b2).Berdasarkan penelitian yang dikerjakan oleh MS Dela Cruz, RC Joshi, dan AR Martin (2001).

Gambar 4. Bentuk cangkang keong mas jantan dan betina

Keong mas memiliki organ tentakel yang sangat penting fungsinya. Keong mas sangat mengandalkan kemampuannya dalam mencium dan sensitivitas dari tentakel untuk mengenali lingkungan hidupnya. Tentakel yang menempel pada kepala dapat memanjang, kadang bisa lebih panjang dari tubuhnya. Tentakel yang berhubungan dengan bibir terletak diatas kepala, memiliki tipe khusus dari keong mas, yaitu lebih pendek. Osphradia merupakan struktur sensor kimia yang terletak di mantel cavity, didepan paru-paru. Osphradia mampu memberikan kemampuan keong untuk mencium substansi kimia dalam air. Statocyts merupakan gelembung yang berisi statolith (bentuk batu kecil mengandung calsium carbonat). Fungsinya sebagai organ penyeimbang, digunakan oleh keong untuk mendeteksi posisi dan tanah dibawahnya. Mereka terletak didalam tubuh keong mas tertutup oleh pedal ganglia.

Keong mas berifat amphibi, karena mempunyai dua alat pernafasan yaitu insang dan organ yang menyerupai paru-paru. Saat berada di air, keong mas bernafas dengan menggunakan insang dan saat berada di darat menggunakan paru-paru. Ruang udara dihubungkan dengan udara diatas permukaan air dengan menggunakan sifon yang dibentuk oleh mantel. Insang memperoleh oksigen dari arus air yang mengalir melalui rongga mantel dan paru-paru mendapatkan oksigen dari udara (Maclary, 1965).

Gambar 6. Bagian tubuh Pomacea caliculata

Santos (1987) juga menyatakan bahwa insang digunakan untuk mengambil oksigen terlarut dalam air dan paru-paru mengambil oksigen dari atas permukaan air.  Keong mas dapat hidup di perairan yang menggenang dengan kandungan oksigen sangat rendah dengan kepadatan yang tinggi (Santos, 1987). Alat pernafasan mollusca berada dibagian kanan tubuh dan kantong paru-paru disebelah kiri. System alat pernafasan seperti ini sesuai untuk makhluk yang hidup di air maupun di darat. Lagi pula makhluk semacam ini memiliki satu alat Bantu pernafasan berupa selaput tipis berbentuk pentil yang ujungnya berlubang yang dapat dijulurkan untuk menghirup udara bebas dari permukaan air. Semua alat pernafasan tersebut terdapat di bagian kiri keong.

Gambar 7. Struktur anatomi keong murbei (Pomacea sp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s