Makan dan Kebiasaan Makan Pomacea canaliculata

Keong mas tidak selektif dalam mencari makan, mereka makan hamper semua hal yang bisa dimakan yang berada dalam lingkungan mereka. Secara umum keong mas lebih suka makanan yang halus dan tanaman yang mudah dicerna. Tanaman yang lebih keras dan alga juga dimakan selama mereka masih bisa menggerogotinya dengan menggunakan radula (lidah kasar). Meskipun sistem radular pada masing-masing spesies berbeda, beberapa memiliki gigi yang lebih kuat dan besar pada radulanya dibandingkan dengan spesies lainnya. Spesies dengan gigi yang tipis dan kecil (seperti Pomacea bridgesii) tidak dapat menembus tanaman yang tebal dan khususnya pada tanaman yang mati dan halus. Ketika makanan tidak mencukupi dalam perairan, keong mas dapat memanfaatkan kemampuan hidup seperti amphibi untuk meninggalkan air dalam rangka mencari makan.

Mulut keong mas dilengkapi dengan sepasang sungut yang berbentuk laterial dan bentuknya menyerupai tentakel. Tentakel tersebut tediri atas dua pasang, sepasang yang panjang terletak didekat mata kiri dan kanan, sedangkan sepasang lainnya yang pendek terdapat di dekat mulutnya (Hyman, 1967)

Gambar 1. gigi pada keong terletak dibagian dalam dengan bagian yang kasar menyerupai lidah, yang berfungsi untuk mendorong dan menarik kembali makanan yang diperoleh.

Sihombing (1999) menyatakan bahwa tentakel yang panjang berfungsi sebagai peraba atau pemandu. Tentakel juga dapat dipanjangkan atau dipendekkan dan dapat diliuk-liukkan untuk mendeteksi benda yang disentuhnya. Bila tentakel panjang tersebut direntangkan dapat mencapai 6-7 cm.

Cara makan keong mas iawali dengan bekerjanya alat sensor yang terdapat pada masing-masing sisi mulut untuk mencari makanan. Kemudian dilakukan pelubangan dan penybekan daun leh gigi radular dan rahang (Purchon, 1968). Keong mas makan dengan menggunakan gigi radular daun tumbuhan dipegang dengan kaki diantara labial palps yang ada pada moncong yang dijulurkan, dan buccal massa ditonjolkan. Bagian daun digerogoti dengan gigi sentral atau radular, lalu diteruskan ke rongga mulut dan gigi lateral bekerja membuat sederetan lubang pada daun tersebut. Rahang bergerak ke depan, ke bawah seolah-olah sebagai gunting yang memotong makanan dan ketika rahang bergerak mundur daun sobek sepanjang lubang-lubang tadi. Potongan-potongan daun didorong oleh radular ke rongga mulut. Kadangkadang keong mas makan sepnjang tepian daun, kadang-kadang pula makan dipermukaan daun. Hal ini lebih sulit dilakukan dan daun tidak dapat ditelan secara sempurna dengan satu kali parutan radula.

Strategi menarik dari keong mas yng digunakan dalam memperoleh makanan adalah ketika makanan tampak mengapung pada permukaan maka keong akan merayap ke permukaan dan dengan menggunakan lubang yang ada di kakinya akan menangkap partikel makanan yang ada di permukaan. Untuk menarik lebih banyak makanan yang mengapung, keong mas membuat gerakan yang sama dengan menggunakan kaki seperti berjalan dengan kaki bagian depannya. Bagian tengah dan belakang kaki keong digunakan untuk berusaha menangkap objek yang berada di samping atau permukaan. Ketika lubang sudah penuh, keong membawa partikel dan menyalurkannya ke kepala kemudian memakan bahan makanan yang telah dikumpulkan. Kebiasaan ini terkenal dengan istilah “ciliary feeding”. Hal ini mengindikasikan bahwa makanan permukaan menyediakan protein dari protein lapis tunggal yang sering tersedia pada permukaan badan air yang tenang. Lapis tipis ini sering terlihat seperti pantulan minyak pada permukaan air dan merupakan bahan yang dihasilkan serta terkandung dalam mikroorganisme air.

Gambar 2. Keong mas dengan menggunakan kakinya untuk mengumpulkan makanan dari permukaan perairan

Tingkat pemangsaan berbeda pada masing-masing spesies. Kerakusan spesies Marisa cornuarietis bisa mencapai 10 kali dari jenis keong lain seperti Pomacea canaliculata. Keong mas adalah opportuistis dan selalu memakan berbagai macam hal seperti bangkai ikan, kodok, krustasea dan serangga serta telur-telurnya. Dengan nilai nutrisi yang tinggi dari suber daya makanan alternative yang tinggi, maka kebiasaan ini menjadi strategi bertahan hidup yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s