Siklus Hidup, Pertumbuhan dan Adaptasi Pomacea canaliculata

Siklus hidup dari keong mas tergantung dari ketersediaan makanan dan suhu lingkungan perairan. Pada suhu tinggi dan makanan yang berlimpah, beberapa spesies keong mas menunjukkan siklus hidup yang sangat cepat atau pendek, kurang dari tiga bulan dan bereproduksi sepanjang tahun. Pada beberapa kondisi, ketika keong mas dihadapkan dengan kekurangan bahan pangan dan periode kekeringan yang lama, keong mas akan memiliki siklus hidup yang lama serta hanya sekali periode reproduksi pada musim semi serta awal musim panas. Factor yang berpengaruh tidak hanya lingkungan seperti makanan dan suhu yang penting dalam memegang peranan dalam kehidupan keong mas. Beberapa spesies memiliki periode istirahat (aestivation), sedangkan beberapa spesies lain tidak, meskipun mereka berada pada kondisi lingkungan yang sama.

Pertumbuhan dan reproduksi dapat merubah seluruh siklus hidup dari keong mas, hal ini tampak pada Pomacea canaliculata dengan peningkatan sedikit makanan dan siklus suhu lingkungan (siang/malam) pada 9 – 29°C. selama penelitian, proses penetasan merupakan awal pertumbuhan yang cepat pada bulan-bulan pertama. tingkat pertumbuhan menurun dan manjadi berhenti total (pencapaian pematangan gonad). Pada waktu ini, keong menjadi aktif secara seksualitas dan sarang telur telah menumpuk. Setelah sekali atau lebih bertelur, keong akan mulai tumbuh pesat kembali hingga periode reproduksi selanjutnya tiba. Berkurangnya pertumbuhan selama periode reproduksi tidak dapat dilengkapi semata-mata sebagai harga dari pemijahan dan produksi sperma serta telur-telur. Penahanan pertumbuhan juga tampak pada pertumbuhan keong yang tidak memiliki partner kawin. Pertumbuhan pesat akan berlangsung selama musim semi atau hujan, tetapi hal ini juga tergantung dari ukuran keong, ukuran keong yang lebih besar akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat bila dibandingkan keong yang berukuran lebih kecil (Estebenet dan Martin, 2002).

Gambar 1. Pertumbuhan dan reproduksi bergantian seiring kehidupan Pomacea canaliculata

Daur hidup keong mas menurut Soenarjo et al (1989) dari stadium telur sampai stadium telur berikutmya membutuhkan waktu tiga bulan sedangkan untuk keong sawah memerlukan waktu 6 – 7 bulan. Pada umur 15 hari keong mas mencapai ukuran lebar 4,1 mm dan tinggi 5,8 mm. selanjutnya tiga bulan sejak telur menetas keong mas telah dianggap dewasa dan siap berproduksi dimana ukuran panjang tubuhnya telah mencapai 3 – 4 cm dengan berat 10 – 20 g. daur hidup keong mas sebagai berikut ; Telur → masa inkubasi (7 – 14 hari) → menetas → dewasa tubuh (15 – 25 hari) → masa pertumbuhan (49 – 59 hari) → dewasa kelamin → masa reproduksi (60 hari – 3 tahun).

Gambar 2. Siklus hidup Pomacea canaliculata

Periode aktif dan Istirahat (Aestivation)

Masa aktif dan masa istirahat (aestivation) pada keong mas  tergantung pada kondisi lingkungan. Faktor utama yang mempengaruhi aktifitas keong mas adalah suhu, jumlah hujan dan keterediaan bahan pakan juga sangat penting. Intensitas cahaya atau photoperiod menunjukkan pengaruh yang kecil dan tidak berperan penting. Selama masa istirahat, keong membenamkan diri dalam lumpur dan metabolismenya menurun. Spesies keong yang beristirahat pada lumpur kering perlu menurunkan tingkat konsumsi oksigennya, meskipun itu sulit dilakukan pada lumpur kering. Esetebet dan Martin (2002) juga menambahkan bahwa pada musim dengan suhu lingkungan yang kering dengan suhu panas keong mas cenderung tidak aktif, dan akan aktif kembali setelah mendapatkan suhu yang lembab. Untuk mengatasi masalah ini, keong mengalami pergantian system pernafasan dari pernafasan normal aerob menjadi pernafasan semi anaerob (anaerob glikolisis). Dalam keadaan yang kurang menguntungkan apabila saluran metabolistis ini memproduksi asam lactic, yang dapat dinetralkan dengan kalsium dan menyebabkan kalsium laktat  tersedia dalam pakan keong.

Bagi kehidupan moluska kandungan kalsium yang terlarut dalam air merupakan factor yang sangat penting, karena merupakan unsur penting dalam pembentukan cangkang. Kebanyakan moluska menyukai perairan dengan kadar karbonat tinggi dan selalu basa (pH > 7). Keong mas dapat hidup pada air yang memiliki pH 5 – 8 serta toleransi suhu antara 23–33ºC (Sumarni, 1989; Suwarman, 1989; Pitojo, 1996), sedangkan menurut Mardyanti (1990) suhu yang cocok untuk kehidupan keong mas adalah 26 – 32 ºC. akan tetapi menurut Wilbur dan Owen (1966) keong mas yang memiliki semacam paru-paru dapat berproduksi pada perairan dengan pH 4,8 – 9,8.

Musim dimana keong mas menjalani masa istirahat tergantung pada keadaan yang ada. Pada area dengan periode kering dan basah, mereka istirahat selama musim kering hingga hujan tiba. Keong mas dengan area yang tidak biasa dengan musim basah dan kering khusus, memiliki kelebihan pergantian suhu dalam siklus hidupnya dan pada kadang-kadang tidur dimusim dingin jika kemampuan mendapatkan makanan menurun pada musim dingin. Keong ini juga bersembunyi dalam lumpur. Peningkatan suhu pada musim semi dan gugur merangsang keong untuk muncul kembali. Proses reproduksi mulai sesegera mungkin dengan mulainya musim semi. Spesies keong mas yang hidup pada lingkungan dengan makanan dan air yang cukup sepanjang tahun, seperti di hutan tropis, tidak menunjukkan masa istirahat yang jelas, meskipun aktivitas mereka dapat bervariasi.

Selama masa istirahat keong tidak makan, maka seluruh keperluan hidupnya didapat dari persediaan yang terdapat pada jaringan-jaringan tubuhnya. Menurut Hyman (1967) persediaan makanan ini (cadangan makanan) terutama disimpan dalam bentuk lemak dan hanya sedikit dalam bentuk karbohidrat lemak ini akan disimpan pada sel-sel jaringan kelenjar “midgut”, epithelium pada lambung dan intestine (Rosen dalam Hyman, 1967) selanjutnya dikatakan bahwa lemak sebagai cadangan energi ini akan habis digunakan selama 6 minggu jika keong tesebut dalam keadaan puasa.

Menurut Brahmanandam dan Krishnamoorthy (1973), pada saat masa istirahat terjadi penurunan karbohidrat pada darah dan penurunan glukosa. Hal ini sejalan dengan pendapatan Meenakshi (1956) yang mengatakan bahwa selama masa istirahat terjadi penurunan glukogen cadangan secara progesif. Hal ini telah dibuktikan pada keong Pila virens dengan berat 8 gr, setelah melakukan masa istirahat selama 6 bulan kehilangan glikogen sebanyak 24 mg (Goddard dan Martin, 1966 dalam Riani, 1992).

Selain terjadi penurunan glikogen, pada keong ang melakukan masa istirahat juga terjadi penurunan kadar protein (Murthy, Pavan, Babu, Karumuri, 1979) yang menyatakan bahwa pada keong yang beraestivasi terjadi penurunan kadar protein, dan menurut Brahmanandam dan Krishnamoorthy (1973) bahwa selama masa istirahat pada keong Pila globosa terjadi degradasi yang lebih tinggi dari protein yang terdapat di jaringan. Menurut pendapat Krupanidhi, Venugopal, Venkata dan Padmanabha (1978) pada keong yang berestivasi terjadi penurunan kadar protein darah kira-kira 20%, sedangkan menurut Brahmanandam dan Krishnamoorthy (1973) selain hal tersebut diatas selama masa istirahat juga terjadi penurunan kadar piruvat.

Gambar 3. Pomacea canaliculata yang sedang tidak aktif

Pergerakan

Setelah mengenal keong mas seperti yang telah diuraikan, perlu diketahui cara penyebaran dan pegerakannya untuk memudahkan pembudidayaan dan mengendalikan serta pemanfaatannya. Keong mas bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan cara menggelincir. Pada saat keong mas melakukan gerakan, keong tersebut mengeluarkan cairan berupa lender sebagai lapisan utuk pergerakannya dengan cara mengerutkan serabut otot longitudinal dari kaki yang berombak-ombak. Lendir tersebut berfungsi sebagai pelicin jalan dan juga berfungsi sebagai menahan bagian kaki yang melakukan relaksasi pada waktu bagian-bagian yang berkontraksi bergerak ke depan (Hyman, 1967). Menurut Susanto, (1985) cara pergerakan keong mas dari satu tempat ke tempat lain selain berusaha berjalan sendiri dapat pula berjalan dengan cara menempel pada suatu benda mengikuti aliran arus air, kadang-kadang sengaja dibawa manusia karena senang melihat bentuknya bagus dengan warna kuning emas.

Predator dan teknik yang digunakan untuk menghindari

Keong mas merupakan sumberdaya makanan yang sangat digemari oleh berbagai hewan seperti burung, kura-kura, ikan, serangga dan buaya, sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk menghindari terjadinya pemangsaan tersebut. Bentuk mekanisme pertahanan dasar dari keong mas adalah upaya untuk menghindari predator yang dapat mendeteksinya. Teknik ini adalah teknik kamuflase; warna cangkang (hijau kecoklatan) menyerupai vegetasi dan menyerupai pola patahan cangkang pada bagian yang lebih kecil, sedikit terlihat pada ranting-ranting dan batang dari tanaman. Variasi warna kuning dari keong mas dapat terjadi pada keong mas yang dipelihara dalam akuarium, hal ini tidak seperti keong mas yang hidup di alam.

Serangan pemangsa yang lebih kecil seperti serangga dan ikan kecil adalah masuknya badan keong ke dalam cangkang dan menutupnya dengan menggunakan operculum (pintu cangkang). Keong mas juga dapat memakai kebiasaan mereka untuk mengatasi mangsa yang memakan tentakel mereka, seperti beberapa hal yang dilakukan ikan dengan menyimpan kepala mereka serta tentakel-tentakel di bawah cangkang mereka. Mereka juga menggoyangkan cangkang dari satu sisi ke sisi lainnya untuk mengusir serangga dan hewan yang membahayakan lainnya dari cangkang. Keong mas, tidak selalu menggunakan metode menggoyang, hal ini terutama pada keong yang hidup di tanah.

Teknik mempertahankan diri digambarkan efektif dilakukan untuk pemangsa yang lebih besar. Pertahanan diri yang utama adalah dengan menjatuhkan diri dan menguburkan diri. Dengan kata lain ketika salah satu keong mas memberikan tanda bahaya, mereka menghilangkan genggaman mereka dan menjatuhkan diri ke bawah, dimana mereka membenamkan diri di suatu tempat atau bergerak pelan hingga mereka bersentuhan dengan objek seperti batu atau ranting-ranting dan kemudian menutup dengan membenamkan dirinya. Membenamkan diri pada objek mungkin lebih bermanfaat untuk dapat membuat keong lebih sulit untuk dipegang. Pembenaman diri itu sendiri mendapat perhatian dukungan dari kaki dengan menggulung ke dalam cangkang dari substrat dengan waktu 5 – 10 menit keong dapat membenamkan diri sepenuhnya.

Penglihatan bukan suatu mekanisme penting pada keong mas untuk mendeteksi pemangsa atau bahaya. Ini didukung oleh kenyataan bahwa keong mas tidak menunjukkan respon ketika cahaya didiubah secara tiba-tiba atau dengan adanya benda bergerak dalam permukaan air. Alasan yang mungkin kenapa keong mas tidak mengandalkan penglihatannya mungkin dengan keterbatasan gambar yang dapat dilihat dengan matanya, dengan tidak membedakan pemangsa dengan objek lain.

Gambar 4. Mata Pomacea canaliculata

Seks Rasio

Seks rasio pada populasi keong mas adalah berkisar 0,5, hal ini berarti ada persamaan antara jantan dan betina. Bagaimanapun seks rasio antara benih dan populasi bervariasi. Beberapa massa telur memberikan hampir semua menetas sebagai jantan, meskipun yang lain adalah betina. Ini merupakan alasan utama mengapa faktor lingkungan berpengaruh terhadap seks rasio keong mas. Contohnya suhu dapat menyebabkan keong menjadi jantan atau betina, seperti pada kasus buaya (Anonim).

Berdasarkan penelitian (Yusa dan Suzuki, 2003 dalam Anonim) menunjukkan bahwa seks rasio seperti penentuan genetika. Ini menunjukkan bahwa dari pemijahan yang berbeda dari suatu pasangan tunggal menunjukkan sedikit variasi dalam seks rasio antara benih yang berbeda, walaupun keadaan lingkungan bervariasi. Ini mendukung dasar genetic untuk determinasi seks. Tidak seperti pada manusia, pada keong mas kehadiran kromosom X dan Y tidak jelas. Kelihatannya keong mas memiliki system determinasi seks yang berbeda dimana seks ditentukan oleh beberapa gen (determinasi seks polifaktorial). Kombinasi dari setidaknya tiga  gen atau lebih menentukan seks rasio.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s