Sistem Reproduksi Pomacea canaliculata

Keong mas termasuk ke dalam hewan diocious yaitu jenis alat kelamin yang terpisa artinya jenis kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda (Andrews, 1964; Hyman, 1967; Marwoto, 1988; Sihombing, 1999). Perbedaan keong mas jantan dan betina tidak tampak dari warna dan bentuk cangkang, pada umur yang sama dapat dilihat dari ukurannya, keong mas jantan memiliki tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan keong mas betina (Marwoto, 1988). Hal ini lebih ditegaskan oleh Suwarman (1989) yang menyatakan bahwa keong mas jantan berbentuk bulat dan mempunyai tonjolan ruas-ruas yang terlihat dengan jelas, warnanya kuning, coklat dan putih. Pada bagian bawah kulit keras (cangkang) tidak terlihat warna merah serta ukuran induk relative kecil, sdangkan pada keong mas betina berbentuk bulat mulus tanpa ruas-ruas, warna kuning keemasan, terdapat warna merah pada cangkangnya serta ukuran induknya relative lebih besar.

Gambar 1. Anatomi Pomacea sp jantan

Perbedan antara individu jantan dan betina ini sangat jelas terlihat dari anatomi tubuh jantan dan betina. Individu jantan mempunyai organ genital berupa ‘penis’ yang menyerupai sungut, memanjang dan sebagian dikelilingi oleh kantung penis  yang tumbuh dari ujung kanan mantel (Andrews, 1964; Berry, 1974; dan Marwoto, 1988). Pada individu betina struktur tersebut juga ada tetapi jauh lebih kecil (Berry, 1974). Meskipun demikian terdapat ciri khas individu betina, yaitu adanya albumen yang sangat besar.

Gambar 2. Anatomi Pomacea sp betina

Andrews (1964) menyatakan bahwa keong mas jantan ditandai dengan adanya gonad yang panjang, penis seperti jari yang dikelilingi sebagian oleh penis sheat yang tumbuh ditepi kanan mantel. Pada keong betina tidak dijumpai struktur serupa. Keong mas melakukan fertilisasi internal dan berkembang biak secara ovipar.

Sistem Reproduksi Jantan

Reproduksi jantan melibatkan testis dan vas deferens, seminal vesicle dan prostate gland, penial sac, penis dan penis sheat. Testis yang berwarna krem kekuningan dapat ditemukan pada bagian atas (gulungan 1,5 sampai 2,5) sepanjang cangkang yang berwarna gelap adalah kelenjar pencernaan. Saluran yang pendek (vasa afferentia) didalam testis berhubungan dengan vas deferens. Vas deferens turun kearah seminal vesicle, dibawah kidney chamber. Pada seminal vesicle sel sperma disediakan.

Prostate gland merupakan hubungan tertutup dengan seminal vesicle (mereka tampak sebagai satu struktur dari luar). Prostate gland turun melewati sebelah kanan dari mantle skirt, sepanjang rectum dan berakhir di penial papilla, berlanjut ke anal papilla pada langit-langit di mantle cavity kanan. Selama aktifitas perkawinan, penial papilla ini membelok terhadap sperm groove dimana sperma disalurkan. Dari aliran sperma, sperma dibawa ke dalam saluran penial di bawah penis. Penis itu sendiri digulung dalam kantung dasar (penial sac) ketika tidak digunakan. Dalam ereksi penis keluar dari penial sac dan ditahan disekitar muscular penial sac yang ketiga dari bawah pada mantel. Kemudian ini dapat dilihat pada saat keong kawin, penis yang sesungguhnya lebih tipis, seperti melambai dan sering tidak tampak.

Gambar 3. Sistem reproduksi jantan

Dalam produksi sel sperma Pomacea canaliculata dan mungkin juga semua anggota famili Ampullaridae, dua tipe sperma diproduksi; sperma eupyrene, atau normal, sel sperma yang aktif bergerak dan apyrene parasperma. Bentuk sperma yang terakhir terdiri atas sel-sel steril, yang menghasilkan suatu proses sitodiferensiasi kompleks, mereka berkembang menjadi sel-sel bersilia yang tak berinti, yang sangat berbeda dengan sel-sel sperma normal. Apyerene paraspermatozoa (sel-sel sperma) yang dibuat dengan secretory granules, kaya akan glikoprotein (suatu energi kaya akan molekul protein). Fungsi dari sel-sel sperma yang steril ini belum diketahui, tapi beberapa fungsinya telah dapat dikemukakan. Pada satu hipotesis, paket dari sel-sel sperma normal (euspermatozoa) dengan sel steril ini (apyrene paraspermatozoa) terhadap unit pergerakan yang lebih besar, pertimbangan sebagai suatu solusi pada penetrasi sperma menghambat masuknya sperma pada betina bersamaan menutupnya akses sperma pada jantan.

Penyediaan nutrisi untuk sel-sel sperma yang fungsional (eupyrene), bisa menjadi fungsi lain dalam sel-sel sperma apyrene. Sebagai tambahan poin ini sel-sel sperma apyrene mendukung sel sperma yang normal dalam perjalanannya menuju saluran reproduksi betina melalui pelepasan glikoprotein. Glikoprotein ini adalah sumber energi yang penting untuk perpindahan sel-sel sperma.

Sistem Reproduksi Betina

Sel telur pada keong betina terbentuk pada ovaria, yang terletak di atas punggung, dekat dengan digestive gland. Untuk memproduksi telur, sel telur dibawa ke receptaculum seminis. Di tempat ini, dimana sperma dari jantan tersedia, tempat berlangsungnya fertilisasi sel telur. Spermatozoa (sel-sel sperma) jantan dapat bertahan hidup lebih dari sebulan dalam tubuh betina, dan beberapa kantung-kantung telur dapat dibuahi dengan sekali kopulasi. Albumen (kuning telur) dari embrio keong yang hidup ditambah dengan kelenjar albumen proximal dan lebih jauh selama perjalanan melalui saluran telur oleh kelenjar distal albumen . Kelenjar ini sangat meningkat ketika betina akan memproduksi telur-telur. Dan ketika ovaria yang berada di atas cangkang, kelenjar albumen berada diatas mantle cavity dan pada masa reproduksi mereka bergerak mendekati bukaan cangkang dan dapat memenuhi sebagian besar dari mantle cavity sebelah kanan.

Takeda (2000) menjelaskan bahwa keong mas betina memiliki jaringan yang tidak terdiferensiasi dekat dengan anus. Meskipun mass ini disebut dengan vestigial penis, hal ini tidak menunjukkan gonad yang hermaprodit atau beberapa struktur yang menunjukan suatu transisi dari satu seks atau lainnya. Berdasarkan pertimbangan teori steroid hormone reproduksi dan tampak adanya gangguan pada system endokrin pada molusca oleh organotins, suatu penelitian yang dibuat dari pengaruh tributyltin dalam keong betina. Terpapar dengan tributyltin menghasilkan sesuatu dengan istilah phenomenon imposex dan baik pada penis dan pembungkus penis, baru-baru ini dihasilkan dari penis pestigial. Phenomenon yang sama juga dirangsang melalui testosterone. Jadi penis pestigial, namanya lebih dari 100 tahun yang lalu telah ditunjukkan pertama kal menjadi suatu rudiment dari penis itu sendiri.

Gambar 4. Sistem reproduksi betina

Pada saluran cangkang dimana calcareous keluar dari telur yang ditambahkan (pada spesies yang mengeluarkan telur diatas permukaan air) telur melalui pseudobursa copulatrix. Dalam bursa ini sperma jantan diterima dan cacat atau sel sperma yang tidak sempurna tidak memungkinkan untuk berenang ke arah seminis receptaculum, diserap di sini. Pada akhir saluran telur, telur disempurnakan dan meninggalkan saluran genital ke arah gonopore.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s